Posted by: wiwin | December 12, 2008

“Laptop, HP, karo Motorku Ilang”

Kamis, 11 Desember 2008.

Pagi, 08:34. Hp berdering. Mmm ada sms masuk. Saya buka sms tersebut. “Mas Win, kie no. ku Eni. HP, Laptop karo motorku ilang dek Senin bengi. Eni” Begitu isi pesan dari sms yang saya terima dari temen saya. Innalilahi. Sempet kaget nggak percaya. Kubaca ulang sms yang saya terima. Dan saya balas untuk memastikan kejadiannya. Ternyata memang benar.

Berawal dari chatting di channel #yogyakarta DALnet. Temen saya baru kenal seorang dengan nick wongedan (IRC), bebek_tuneUP2818 (YM) dengan nomor HP 085743xx7481 (xx nya lupa), yang mengaku dari Jakarta datang ke Jogja dan kerja di Excelindo. Katanya, ke Jogja karena ada tugas dari kantornya di Jakarta. Dia dari Jakarta naik kereta Tasaka, sampai Jogja wongedan minta dijemput di salah satu halte TransJogja di jl Malioboro Yogyakarta. Temen saya nggak ada kepikiran buruk tentang dia. Setelah dijemput dan ketemu, langsung salaman. Nah dari salaman tersebut dia sudah nggak sadar apa yang dia lakukan. Dia nurut aja ama apa yang wongedan minta.


Seharian bersama wongedan dan juga bersama temennya (Dian). Sempet nyari penginapan di Hotel Kartika dekat ATM BCA Jl Parangtritis, dengan meninggalkan identitas nama Albert S, dengan alamat Jl Bringin Rt 03 Rw 02 Manjan. Setelah dicari ternyata alamat tersebut berada di Kudus, Jawa Tengah. Wongedan sempet juga main ke kost temen saya di daerah Krapyak. Runtutan kejadiannya saya kurang begitu tahu secara jelas.

Terakhir dia ngajak ke warnet. Setelah muter-muter akhirnya ketemu warnet Apache/Kawula Muda di Jl. Menukan Yogyakarta. Mereka tidak lama di warnet. Menurut sang korban dia mencoba login email tapi nggak pernah berhasil. Apa ini cuma cara untuk mengulur waktu dalam siasatnya. Saya sendiri kurang tahu. Akhirnya dia minjem STNK, dan kebetulan laptop dan HP nya berada di tangan wongedan. Temen saya nurut saja seperti dalam kendali dia. Wongedan pamit keluar sebentar. Nah dari sini dia langsung membawa pergi barang pinjamannya. Setelah 5 menit, temen saya sadar dari hipnotis wongedan. Dan baru sadar kenapa dia di warnet? Yaa sedikit ingat walaupun tidak sepenuhnya. Lemes lah karena motor, laptop dan HPnya dibawa kabur. Ini merupakan kedua kalinya temen saya kehilangan motor.

Akhirnya dengan bantuan anak Apache dia diantar ke Polres Mergangsan. Dan yang temen saya sayangkan, pihak polisi tidak segera menindaklanjuti laporan temen saya. Mungkin saja pas temen saya nggak ada uang, jadinya polisi pun enggan melaksanakan tugasnya. Padahal kejadian itu belum begitu lama. Kalaupun pihak polisi langsung menangani pastinya jejak wongedan besar kemungkinan bisa terdeteksi. Hufff…. dasar cah pramuka –sebuah sebutan temen-temen saya di Purworejo–, ra ono duit ra mangkat. Sekitar pukul 23:00 WIB, akhirnya temen saya diantar pulang sampai ke kostnya.

Nah begitulan ringkasan ceritanya. Saya pun baru hari ini tahu. Sebelumnya (Senin malam sekitar pukul 23:00 WIB), temen saya nelpon. Tapi saya tidak sempat mengangkat. Saya terkapar (halah bahasane….) di tempat tidur nggak bisa bangung dikarenakan beberapa hari terakhir sering lembur dan kurang istirahat. Belum lagi kondisi cuaca yang kurang bersahabat sehingga sering kehujanan. Seharian lemas di tempat tidur setelah sholat ID di pendopo Tamansiswa. Berkali kali HP ku berdering, sms dari temen-temen nggak saya bales. :(. Maaf… ^_^ Alhamdulillah hari ini bisa beratifitas kembali.

Mari kita selalu waspada dan peka terhadap sekitar kita. Jangan terlalu percaya dengan orang yang memang baru kita kenal. Berfikiran baik dan tetep waspada. Mengutip perkataan bang Napi “Kejahatan terjadi bukan karena ada niat pelakunya. Tapi juga karena ada kesempatan. Waspadalah! Waspadalah! Waspadalah!” šŸ™‚

Kesadaran bahwa segala apa yang dimiliki manusia hanyalah titipan dari Allah, akan membuat manusia selalu tabah dan sabar, ketika mendapatkan ujian serta cobaan. Ujian itu bisa berupa meninggalnya salah seorang anggota keluarga yang dicintai, hilangnya harta dan jabatan yang menjadi kebanggaannya, dan sebagainya.

Bukankah Allah SWT telah berfirman, ”Sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada mereka yang sabar, (yaitu) mereka yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, Inna lillaahi wa inna ilaihi raaji’uun.” (QS Albaqarah, ayat 155-156). Semua akan kembali pada-Nya. Percayalan bahwa rizki sudah ada yang mengatur, yaitu Allah Sang Penggenggam Alam Semesta.

Advertisements

Responses

  1. Parah ya. Turut berduka cita atas musibah yang dialami oleh Eni. Jangan percaya dech sama orang dikenal lewat chatting, soalnya udah banyak kejadian yang aneh2x,

  2. win…add YM ku…id = pujeeh……ojo lali yo….

  3. saya turut berduka om


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: